12/24/2012

Ucapan Del Bosque Bikin Xavi Tunda Pensiun


Gelandang Barcelona, Xavi Hernandez, sempat berniat untuk pensiun dari tim nasional Spanyol usai Piala Eropa 2012. Namun, keputusan ini ditunda setelah ia berbicara dengan pelatih Tim Matador, Vicente del Bosque.
Xavi telah membela La Furia Roja sejak 2000. Ia juga sudah 119 kali membela Spanyol di panggung internasional.
“Xavi mengisyaratkan ingin meninggalkan Timnas. Dia bisa saja tergoda untuk pensiun dari tim, tapi saya percaya ia didorong oleh keberhasilan di Piala Eropa. Ia juga merasa nyaman, seolah-olah dia baru berusia 28 tahun,” kata Del Bosque kepada Onda Cero.
“Dia adalah pemain kunci kami. Saya berbicara dengannya sebelum final (Piala Eropa). Saya mengatakan kepadanya bahwa ini adalah saat yang bagus untuk terus bermain, dan ia adalah sosok yang penting bagi kami. Kami berkewajiban untuk mengatakan kebenaran atas apa yang telah dilakukan dan masih bisa dilakukannya untuk tim ini.”
Meski sudah 32 tahun, namun performa Xavi di lapangan ternyata tak mengecewakan. Umpan-umpan akuratnya masih bisa diandalkan Spanyol dan Barca.
“Gaya sepakbola Xavi adalah hasil dari kebugaran fisiknya. Karena ia selalu berada dalam kondisi fisik yang sangat baik dan memiliki bakat. Gaya main Xavi juga didasarkan pada teknik dan visi yang bagus,” puji Del Bosque.

Singapura Juara Piala AFF 2012


Singapura akhirnya tampil sebagai juara Piala AFF 2012. Meski kalah 0-1 dari Thailand di final leg kedua, tim berjuluk The Lions itu tetap unggul secara agregat dan berhasil merebut titel keempatnya.
Pertandingan di Supachalasai Stadium, Sabtu (22/12/2012) malam WIB, mutlak dikuasai oleh Thailand. Tim tuan rumah melancarkan gempuran bertubi-tubi sepanjang 90 menit laga, sementara Singapura cuma bertahan dan sesekali menyerang balik.
Meski tampil sangat dominan, Thailand cuma bisa menceploskan sebiji gol saja. Gol tersebut tercipta di babak pertama atas nama Kirati Keawsombut.
Hasil tersebut membuat Singapura-lah yang tampil sebagai pemenang laga final dengan skor agregat 3-2 karena di pertemuan pertama mereka menang 3-1.
Ini adalah gelar keempat bagi Singapura setelah sebelumnya mereka juara pada tahun 1998, 2004, dan 2007.
Jalannya Pertandingan
Thailand nyaris unggul saat laga berusia 15 menit. Berawal dari sepak pojok Datsakorn Thonglao yang gagal diamankan kiper Izwan Mahbud, Jakkraphan Pornsai menanduk bola, tapi masih digagalkan mistar.
Pada menit ke-31, tim tuan rumah kembali mengancam. Umpan silang Piyaphon Bantao diterima Teerasil Dangda yang kemudian melepaskan tembakan, tapi bola diblok bek Singapura. Datsakorn yang mencoba memanfaatkan bola rebound juga gagal.
Berselang 12 menit, Teerasil tak mampu memanfaatkan peluang yang didapatnya. Sundulannya ke arah tiang jauh meneruskan tendangan bebas Datsakorn masih melebar.
Kebuntuan akhirnya terpecahkan di menit ke-45. Diawali tendangan penjuru Datsakorn, Kirati menyambar bola dengan kepalanya dan Izwan tak mampu mencegah gawangnya bergetar. Thailand 1, Singapura 0.
Memasuki menit ke-54, Teerasil menebar ancaman ke gawang Singapura. Namun, tendangan mendatarnya dari luar kotak penalti masih melenceng.
Peluang yang didapat Jakkraphan pada menit ke-66 juga tak membuahkan gol kedua untuk Thailand. Tendangan bebasnya mengarah ke samping gawang Singapura.
Di menit berikutnya, Kirati tak mampu memaksimalkan sebuah kesempatan bagus. Kecerobohan lini belakang Singapura membuatnya punya ruang tembak terbuka di kotak penalti, tapi penyelesaiannya malah melambung tinggi.
Apipoo Suntornpanavej melakukan aksi individu menawan di menit ke-85 dengan melewati beberapa pemain lawan dan mengakhiri aksinya dengan tembakan dari dalam kotak penalti. Namun, Izwan masih bisa mementahkannya.
Thailand punya peluang bagus lagi di menit ke-89. Tapi, tendangan bebas Phichitpong Choeichiu mengarah tepat ke Izwan.
Susunan Pemain
Thailand: Kawin, Piyaphon, Panupong, Chonlatit, Theerathon, Jakkapan (Chanathip 75′), Adul, Phichitphong, Datsakorn (Pipob 70′), Teerasil, Kirati (Apipoo 79′)
Singapura: Izwan, Bennett, Baihakki, Safuwan, Shaiful, Shahdan (Fazrul 77′), Mustafic, Isa, Duric, Shahril, Amri (Qiu Li 88′)

Barca Tidak Akan Lepas Villa


Direktur sepakbola Barcelona, Andoni Zubizarreta menepis kabar yang mengatakan timnya bakal melepas David Villa pada bursa transfer Januari nanti. Saat ini Villa yang jarang diturunkan sangat rentan dengan pemberitaan miring.
Striker internasional Spanyol itu memang tidak mendapatkan kesempatan yang banyak untuk turun di tim utama, pascacedera patah tulang yang diterimanya saat akhir tahun 2011. Villa pun digosipkan bakal hengkang pada bursa transfer musim dingin nanti.
Ada dua klub yang gencar dikaitkan bakal menjadi tempat pelabuhan sementara striker yang kini telah menginjak usia 31 tahun itu. Arsenal dan Juventus merupakan dua klub yang berpeluang mendapatkannya.
Namun, Zubizarreta menegaskan, Blaugrana tidak punya rencana untuk menawarkan Villa ke klub lain dan legenda Barca itu juga menegaskan bahwa Villa merupakan salah satu bagian penting dari rencana Barca musim ini.
“Pada Januari ini kai akan menjaga Villa dan ini penting untuk diingat bahwa Barcelona adalah klub yang biasanya tidak menerima tawaran untuk pemain bintang pada Januari,” ucap Zubizarreta, kepadaFootball-Espana, Senin (24/12/2012).
“David adalah pemain yang memberikan gol dan intensitas untuk tim. Sekarang dia telah pulih dari cedera serius, saya yakin bahwa dia akan menawarkan kemampuan yang bagus di lapangan. Ini wajar pemain besar ingin bermain dan ini sangat cocok untuk persaiangan di dalam skuad,” tegasnya.

Jangan Remehkan Celtic, Juventus!


Juventus akan bertemu klub Skotlandia Celtic pada babak 16 besar Liga Champions. Kendati nama Celtic terbilang ‘kurang mentereng’, direktur Juventus Pavel Nedved mengimbau agar para pemain tidak memandang klub asuhan Neil Lennon itu sebelah mata.
Dibandingkan AC Milan yang harus menghadapi Barcelona, armada Nyonya Tua dinilai beruntung karena mendapatkan Celtic sebagai lawan pada drawing babak 16 besar Liga Champions. Namun, Nedved menegaskan, The Bhoys bukanlah lawan yang bisa diremehkan. Apalagi jawara Liga Primer Skotlandia pernah mengalahkan Barcelona di babak penyisihan grup.
“[Lawan kami] bisa lebih buruk, tapi kami tetap harus menghadapi Celtic dengan penuh respek. Mereka satu-satunya tim yang bisa mengalahkan Barcelona [di babak penyisihan grup] dan lolos ke fase gugur dengan catatan bagus,” cetus Nedved.
“Kami harus menyamai level intensitas mereka dan berharap para pemain kami bisa lebih unggul dalam sisi teknis.”
Lebih lanjut, pria 40 tahun mengutarakan keyakinannya terhadap pelatih Antonio Conte untuk membantu Juve kembali merajai Eropa seperti pada musim 1995-96 silam.
“Kami percaya kepada Conte, yang menaruh keyakinan terhadap pemain-pemain yang belum berpengalaman. Mungkin dia akhirnya bisa mengembalikan trofi Liga Champions ke rak kami.”
“Kami terus berkembang setelah memenangkan Scudetto tahun lalu dan kini tengah mengusung proyek ambisius,” pungkas Nedved.

Jika Bobol Gawang Barca, Bojan Enggan Selebrasi


Drawing Liga Champions yang mempertemukan antara AC Milan dengan Barcelona, tentu akan menjadi spesial di mata Bojan Krkic. Pasalnya, pemain internasional Spanyol itu pernah memperkuat Barca selama empat musim.
Bojan yang merupakan pemain pinjaman dari AS Roma, saat itu tidak bisa bersaing dengan para jugador Barca lainnya, seperti Lionel Messi, Pedro, dan David Villa. Dia memutuskan pindah ke Serie A dan menerima tawaran dari Serigala Ibukota.
Kini saat dipinjamkan ke Rossoneri, Bojan menjadi salah satu bagian penting I Diavolo Rosso, hal itu dibuktikannya dengan mencetak gol, saat Milan kalah 2-4 dari Roma akhir pekan lalu.
Tentu menghadapi Barca akan menjadi pertandingan yang spesial untuk Bojan. Jebolan La Massia itu mengatakan tidak akan mungkin melakukan selebrasi apabila dia mencetak gol ke gawang Blaugrana, pada babak 16 besar nanti.
“Ini (lawan Barca) akan menjadi pertandingan ekstra spesial bagi saya. Mudah-mudahan saya cukup beruntung untuk menghadapi Barca,” ucap Bojan, seperti dilansir Mundo Deportivo, Senin (24/12/2012).
Sementara itu mengenai peluang Rossoneri di babak 16 besar nanti, Bojan mengaku optimistis, meski lawan yang dihadapi adalah Barca. Baginya, Milan memiliki pemain yang hebat untuk bisa meladeni permainan Blaugrana.
“Kami sedang menjalani tahap transisi. Milan akan mendapatkan kembali stabilitas dan saya pikir kami bisa melakuakannya. Kami memiliki pemain bagus, tim yang bagus, dan kami akan tetap meningkatkan permainan,” tekadnya.

12/23/2012

Ferguson Mengatakan Guardiola Belum Siap Melatih Lagi


Nama mantan pelatih Barcelona, Pep Guardiola kerap dikait-kaitkan dengan sejumlah klub papan atas Eropa jelang bursa transfer Januari dibuka. Namun manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson tidak percaya Guardiola berencana menukangi sebuah tim dalam waktu dekat.
“Saya telah berbicara dengan Pep beberapa waktu lalu, dan dia mengatakan saat ini belum tertarik untuk kembali menangani sebuah tim,” kata Fergie seperti dilansir Sky Sport, Jumat 21 Desember 2012.
Pelatih 70 tahun asal Skotlandia itu tidak heran, klub-klub papan atas Eropa sangat bernafsu merekrut Guardiola, meski pelatih asal Spanyol itu sudah mengatakan ingin beristirahat sepanjang musim terakhir. Pasalnya, Fergie menilai pencapaian luar biasa Guardiola selama menukangi Barca.
“Rekornya fantastis. Trophi yang dia menangkan di Barca cukup menunjukkan kapasitasnya di riwayat kepelatihannya. Barca memiliki gaya permainan sepakbola atraktif. Dia mengembangkan etos kerja baru kepada para pemain,” katanya.
“Para pemain Barca sangat ekstrim dalam merebut bola dan jika dikombinasikan dengan penguasaan bola mereka membuat tim itu luar biasa,” katanya.
Rumor terakhir mengabarkan jika Barca telah mengontak Guardiola untuk menawarinya kembali guna menggantikan posisi Tito Vilanova yang sedang berjuang melawan penyakit kanker. Namun pihak Barca telah menepis rumor tersebut.

Mancini: Respek Pada Diri Sendiri, Balotelli!


Pelatih Manchester City, Roberto Mancini, buka suara terkait sanksi yang diberikan klub kepada striker Mario Balotelli. Menurutnya, apa yang terjadi Balotelli  merupakan hal biasa, dan ia akan tetap memberi peluang bermain bagi penyerang asal Italia tersebut.
Balotelli diberi sanksi pemotongan gaji selama dua pekan oleh klub, atas tindakan indisipliner yang dilakukannya. Pada musim lalu, Balotelli mendapat larangan bermain dalam 11 pertandingan karena mendapat berbagai hukuman. Selain kartu merah yang diterimanya, Balotelli juga kedapatan menginjak gelandang Tottenham Hotspur, Scott Parker.
“Saya pelatihnya, seperti para pemain lainnya. Dan, jika dia pantas, maka dia akan mendapat kesempatan (bermain) lainnya,” ujar Mancini, yang sudah bersama Balotelli saat sama-sama berada di Inter Milan, seperti dilansir Goal, Sabtu (22/12/2012).
“Situasi yang normal saat seseorang melakukan kesalahan kemudian dia bertanggung jawab, dan Mario melakukannya. Dia harus respek pada dirinya sendiri, bukan saya, karena sangatlah penting respek pada diri sendiri,” sambung pelatih yang juga pernah melatih Fiorentina dan Lazio tersebut.
Pada laga lanjutan Premier League melawan Reading, Sabtu (22/12) besok, Balotelli tak dilibatkan Mancini, lantaran terserang virus sehingga tak bisa bergabung latihan. “Sayangnya, pekan ini, Mario sakit. Dia datang pagi ini, tapi dia tak bisa melakukan apapun,” pungkas pelatih berusia 48 tahun tersebut.